Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

Jual Buku " DEMOKRASI KESUKUAN "

$70.000
Gagasan Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat Papua Buku ini adalah Edisi VIIIa sebagai ‘Suatu Pengantar’ dari gagasan ‘Demokrasi Kesukuan’; yang mengantar sidang pembaca, tokoh serta Masyarakat Adat Papua kepada pemikiran-pemikiran, wacana dan persoalan-persoalan yang akan diulas dalam Bagian 01 (EdisiVIIIb) sampai Bagian 05 (EdisiVIIIf). Buku Pengantar kepada wacana gagasan Demokrasi Kesukuan ini memuat jawaban atas sejumlah pertanyaan seperti berikut: Selengkapnya di SINI

Dijual Buku " DEMOKRASI KESUKUAN "

$70.000
Gagasan Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat Papua Buku ini adalah Edisi VIIIa sebagai ‘Suatu Pengantar’ dari gagasan ‘Demokrasi Kesukuan’; yang mengantar sidang pembaca, tokoh serta Masyarakat Adat Papua kepada pemikiran-pemikiran, wacana dan persoalan-persoalan yang akan diulas dalam Bagian 01 (EdisiVIIIb) sampai Bagian 05 (EdisiVIIIf). Buku Pengantar kepada wacana gagasan Demokrasi Kesukuan ini memuat jawaban atas sejumlah pertanyaan seperti berikut: Selengkapnya di SINI

Usulan Untuk Memperkaya bukuu: DEMOKRASI KESUKUAN: Suatu Pengantar

Disampaikan: marisa dhani  12/3/11

salam damai untuk tanah Timur yang Indah

saya dhani, sahabat dari Aceh untuk teman2 Papua.

4 hari yang lalu seorang teman dari Papua yang sangat baik, memberi saya buku Demokrasi Kesukuan: Gagasan Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat di Era Globalisasi. edisi VIIIa
pada malam harinya saya langsung membaca buku tersebut, dan menemukan gagasan-gagasan yang teman2 maksudkan. namun ada beberapa catatan yang saya buat, sebagai pembaca yang hanya memiliki pemahaman yang dangkal tentang gagasan Demokrasi Kesukuan tersebut.

pertama, mengenai bahasa dalam buku ini yang sedikit sulit di mengerti, maaf untuk mengatakan bahwa tatanan bahasanya masih sangat sulit untuk di pahami. tentu saya mengerti bahwa ada perbedaan penggunaan kata yang terjadi di Timur dan Barat. namun menurut saya, ada baiknya untuk mempertimbangkan hal ini, sebab Ide dan gagasan yang teman2 punya haruslah tersampaikan dengan baik. dan untuk itu, mempertimbangkan dari sisi si pembaca sangatlah penting. saya mengusulkan, bila teman2 akan membuat/mencetak buku kembali, buatlah dalam 3 versi; pertama, untuk pembaca yang asli dari Papau, kedua dari Indonesia (EYD), dan ketiga dari dunia Internasional (minsal dengan bahasa Inggris).

kedua, struktur penulisan masih belum fokus menurut saya. sehingga, ide dan apa yang ingin disampaikan sebaiknya dikonsep dengan jelas, kemudian disampaiakn dengan menggunakan metodologi yang baik. agar tujuan menyampaikan gagasan dari Demokrasi Kesukuan tersebut dapat diterima dengan baik. menurut saya Logic of Action, dari ususlan Demokrasi kesukuan belum kuat dalam buku ini.

ketiga, teman2 bisa menggunakan banyak referensi bacaan untuk menyampaikan logic of action dari gagasan demokrasi kesukuan. saya menyarankan untuk melihat konsep Cosmopolitanisme, global justice, dan social movement for democracy.

minsal, teman2 mengatakan. teman2 tidak ingin berangkat dari konsep2 itu, maka akan ada kesulitan bagi pembaca untuk memahami gagasan yang disampaikan oleh buku yang teman2 buat.
mengapa saya menyarankan untuk menjadikan tiga buku diatas sebagai bahan referensi, sebab dalam buku Demokrasi Kesukuan;Gagasan Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat di era Globalisasi, sejumlah konsep baik dari Cosmopolitanisme (world citizenship), global Justice cukup sering teman2 sebutkan. hanya saja, tidak menjelaskannya sebagai bagian dari konsep itu secara jelas dan tegas. saya pikir, akan sangat baik bila memasukkannya. sehingga pembaca dapat menegrti dan meng 'iya'kan gagasan yang teman2 sampaikan, dan itulah yang menjadi tujuan buku itu di buat.

demikian dulu pesan dari saya, maaf bila tidak terlalu banyak bermanfaat atau jauh dari yang teman2 harapkan. saya sangat menyukai gagasan yang teman2 buat, hanya saja membuatnya lebih tajam dan lebih dapat diterima itu menjadi harapan saya. semoga edisi berikutnya akan ada banyak perbaikan, sehingga apa2 yang dituju oleh teman2 Matahari Timur, bisa tercapai.

salam damai untuk semua warga negara dunia

NB: teman2 bisa mencari referensi2 bacaan yang saya usulkan di www.library.nu
NBB: ketika seseorang menyerang mu, gunakan apa yang ia pakai untuk menyerang mu untuk membalasnya atau mempertahankan diri. saya pikir ini menarik untuk menjelaskan counter hegemony yang bisa dilakukan, selamat berkarya untuk kemanusiaan.

MANUSIA MEE DI PAPUA

by Titus Cristoforus Pekei, SH

PEMECAHAN RECORD PELUNCURAN PENERBITAN BUKU MENETAPKAN IDENTITAS DIRI  MANUSIA MEE DI PAPUA PADA MASA ERA TANTANGAN DUNIA GLOBALISASI


Oleh Titus Cristoforus Pekei, SH

***
“Proteksi kondisi masa dahulu, sekarang dan masa depan diatas pedoman hidup”.
******

Mengarahkan dan menyesuaikan diri dalam tantangan perubahan pada masa era global menuju menata menetapkan identitas diri budaya dan adat istiadat manusia mee di papua. Dan sebagai sebuah buku penyelamat identitas diri kehidupan manusia mee, dari kehilangan tantangan dunia globalisasi yang sedang menindihkan dan menghapuslan budaya lokal Mee dari budaya-budaya luar secara global semakin berkembang pesat dan cepat.
 
 
I. LATAR BELAKANG PERKEMBANGAN

Perkembangan perubahan dunia semakin panas dan semakin cepat roda berputarnya dunia era globalisasi untuk menguasai budaya-budaya global terhadap budaya lokal yang masih belum meningkatkan taraf hidup dan menetapkan identitas diri mereka standarisasi dengan era modernisasi. Budaya dan adat istiadat lokal tidak akan berlaku lagi, semakin menindas dan sedang pemprosesan menghapuskan budaya lokal dari budaya-budaya (luar) baru atau budaya global.

Melatar belakangi dengan peluncuran buku manusia mee di papua adalah wahana terbaik bagi kita semua. Baik suku mee itu sendiri untuk mengenal dan mengetahui menguasai apa itu budaya dan adat istiadat ada pada suku mee dulu, kini dan masa depan suku bangsa mee itu sendiri. Dan pada umumnya suku-suku bangsa yang lain untuk memerlukan menata diri menyesuaikan tantangan perubahan dunia globalkisasi. Buku tersebut sebagai jembatan gambaran yang sangat menarik apa itu identitas diri suatu suku bangsa berdasarkan adanya budaya dan adat istiadat pada suku bangsanya sendiri.

Berdasarkan itu; penulis lebih tau harapan-harapan suatu suku bangsa kini menuju ke masa depan atas perkembangan budaya-budaya dunia global dari arah barat menuju ke timur dan dari arah timur menuju ke arah barat. Hal itu sebagai tantangan perputaran penukaran perubahan pergantian hawa budaya suatu suku bangsa tanpa nalar maupun secara nalar. Dalam arti bahwa suatu suku bangsa mempunyai identtas diri berdasarkan evolusi penciptanya, maka atas itu penyesuaian suatu suku bangsa berdasarkan itu atau tidak. Kalau orang yang sudah lebih tau mengenal tentang perubahan-perubahan cuaca budaya dunia global ini, pasti ia menstandarisasi dengan budaya global itu, sedikit demi sedikit budaya yang telah miliki pada sukunya sendiri.

Sama halnya atas peluncuran buku “manusia mee di papua” oleh Titus Pekey, dalam buku ini terkupas terkait secara umum. Maka isi dalam buku itu bukan hanya suku mee saja, tetapi kata-kata pada judul buku dan isi pada buku itu terpukul secara umum suku bangsa manusia sejatai di papua dan manusia sejati yang ada di belahan dunia lain. Sebab; isi dari pada buku tersebut di gunakan dengan kata-kata lazin yang di pake oleh Antropolog-antropolog dunia di dasari pada suatu suku bangsa secara nyata dan yang benar atas di telitinya. Sebagai salah satu buku yang tinjauannya menyelamatkan suatu suku bangsa yang sedang dalam penindasan dan penganiayaan seperti manusia yang tidak punya tata identitas evolusi suku bangsanya di pandang dari budaya-budaya luar.

Tujuan dan arti makna dari pada penerbitan buku tersebut, adalah untuk menetapkan dan menanamkan modal hidup suku bangsa mengarah kehidupan yang lebih aman atas budaya dan adat istiadat mereka.

Penerbitan buku tersebut dapat di artikan sebagai salah satu bahana mengarah ke pembangunan di era global, pembangunan daerah dapat membudayakan sesuai lingkungan kondisi yang ada di daerah itu.

Dapat memaknai pada penerbitan buku itu adalah meneropong dan membuka pintu dari dunia lokal membawa ke dunia internasional bagi suatu suku bangsa menuju menstandarisasi dengan budaya-budaya globalisasi. Dan serta mengkaderasikan anak negeri kedepan berdasarkan budaya dan adat istiadat mereka.

Telah Terbit - DEMOKRASI KESUKUAN: Suatu Pengantar

Feb 20, 2008 - 2:18:34 PM

Gagasan Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat Papua

Buku ini adalah Edisi VIIIa sebagai ‘Suatu Pengantar’ dari gagasan ‘Demokrasi Kesukuan’; yang mengantar sidang pembaca,  tokoh serta Masyarakat Adat Papua kepada pemikiran-pemikiran, wacana dan persoalan-persoalan yang akan diulas dalam Bagian 01

(EdisiVIIIb) sampai Bagian 05 (EdisiVIIIf).

Buku Pengantar kepada wacana gagasan Demokrasi Kesukuan ini memuat jawaban atas sejumlah pertanyaan seperti berikut:

Selengkapnya di SINI

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Papua Books - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger